Manö-Manö (Cerita Rakyat)

Asal-usul Suku Nias

26 Mar 2026, 16:53 GMT+7 | 18 kali dibaca

(Dalam Bahasa Indonesia):
Menurut kepercayaan purba, suku Nias atau keturunan Nias adalah yang diturunkan dari langit. Menurut rnitosnya, jutaan tahun sebelum ada langit dan burni sudah ada Sihai.

Sihai ini tidak beribu, tidak berbapak, dan tidak kawin, tetapi mempunyai telinga dan hidung yang tidak terkira jumlahnya. Sihai ini tidak mati dan tinggal menetap -di atas awang-awang. Mula-mula Sihai menciptakan bumi dan benda-benda di atas langit termasuk setari dan segala macam penyakit. Kemudian, Sihai menciptakan manusia. Manusia yang dijadikannya ialah seorang laki-laki yang bernama Mosilaowa dan seorang perempuan bernama Sibolowua. Kedua insan ini dikawinkannya menjadi suami istri. Mereka melahirkan anak laki-laki dan anak perempuan. Ketiga anak itu adalah laki-laki, yaitu Tuha Sogömigömi, Tuha Sahönöhönö, dan Tuha Sidunia Lölömbawa.

Yang mempunyai keturunan hanyalah Tuha Sidunia Lölömbawa. Keturunannya yang ke-40 bernama Sirao. Sirao menjadi raja di Tete Holi Ana'a. Raja Sirao mempunyai tiga orang permaisuri dan sembilan orang putra. Putraputra Sirao, setelah melalui pertandingan, akhimya putranya yang bernama - Luomewona ditetapkan berhak menjadi putra mahkota. Putranya yangg delapan orang lagi meminta tempat kediaman dan kedudukan . Di antara 9 orang putra raja Sirao hanyalah 4 orang putranya dan l orang cucunya yang pindah ke tanah yang telah ditentukan. Jadi, yang menjadi pribumi TanoNiha 'tanah Nias' itu terdiri dari 5 orang nenek moyang yang masing-masing hernama Hia, Gozo, Hulu, Daeli, dan Zebua.

Asal-usul suku Nias ini dapat kita ketahui melalui hoho 'syair' dari Ere hoho 'pujangga'. Ere hoho menceritakannya dalam bentuk puisi. Ada hoho di kala molaya 'menari' ada hoho di kala owasa 'pesta besar' ada hoho di kala falöwa 'pesta kawin' dan ada hoho di kala ada orang meninggal. Ere hoho menceritakan bahwa asal mula suku Nias itu adalah anak-anak Sirao tadi yang nidada 'diturunkan' dari Tete Holi Ana'a (barangkali yang dimaksudkan adalah langit) ke Tano Niha 'tanah Nias'.

Karena raja Sirao tadi yang mula-mula mendiami Tano Niha dan di kala itu tidak ada seorang pun manusia, merekalah manusia yang pertama penghuni tanah ini, justru tanah ini disebut tanah Niha. 'orang, manusia, insan'. Kaumnya disebut ono niha (ono = bani, anak, atau turunan).

Referensi

Lihat daftar manö-manö | Kembali ke halaman utama

Ligi-ligi siliwi, falõ tofesu mbagi hese-hese nazese, falõ tofesu gahe